Translate

Cari Informasimu di Mainkejogja.com

TOTAL VIEWERS

Wisata Menantang, Aman kah?

foto illustrasi by victor wisata


         (mainkejogja.com)  Wahana wisata Jip Lava Tour, lagi- lagi mengalami kecelakaan yang menelan 1 (satu) korban jiwa pada Rabu, 20 Juni 2018. Kecelakaan jip wisata lava tour Gunung Merapi di Kabupaten Sleman tercatat sudah tiga kali terjadi sejak Januari 2018, dengan total 2 (dua) orang tewas.  Rata-rata kasusnya hampir sama, yaitu kurangnya standarisasi dari kelayakan armada, pengemudi maupun peralatan pelindung keamanan.

Hal tersebut kontra dengan nominal yang dikeluarkan para wisatawan yang mencapai angka Rp. 500.000 (lima ratus ribu rupiah) dalam satu kali Tour. Wisatawan belum mendapatkan jaminan atas keselamatan yang dijanjikan dalam wahana, dan Justru mendapatkan pelayanan yang buruk. Dapat dibilang biaya mahal tersebut tidak berpengaruh terhadap pelayanan maksimal dari setiap pengelola atau pemilik armada yang digunakan untuk tour. Kita ketahui bahwa wisata tour ini tergolong wisata ekstrem. Wisatawan diajak menelusuri lereng Merapi, dimana akan melewati medan yang sangat menantang. Sebuah mobil jip akan membawa kita menyusuri jalan berkelok, medan berbatu, jalanan naik turun dan dipinggir jurang. Lalu bagaimana jika para wisatawan menaiki armada yang tidak terstandarisasi dan tidak melalui pengecekan sebelum beroprasi?.

Tentunya hal tersebut menjadi cambukan bagi Asosiasi Jeep Wisata Lereng Merapi (AJWLM) Kabupaten Sleman. Dikutip dalam Detik.com, pihaknya menyangkan dengan masih terjadinya kecelakaan ini. Pihaknya sudah sering menghimbau agar keamanan, terutama pada armada yang digunakan harus menjadi prioritas utama. Namun apakah hanya sikap menyayangkan dari pihak asosiasi?. Lalu bagaimana peran dinas perhubungan terkait wahana yang tidak aman ini?. Akankah dilakukan penutupan operasional atau hanya akan diperingatkan saja?.

Mendengar tragedi tersebut, Bupati Sleman pada hari yang sama langsung mengadakan evaluasi sisi standar keamanan penumpang dan armada, wisata lava tour ini. Sri Purnomo menegaskan bahwa Pemkab dan kepolisian sudah mengingatkan agar dalam melayani tamu lava tour, utamakan keselamatan. Standar keamanan harus diperbaiki, sabuk pengaman, helm, dan kelaikan kendaraan harus menjadi perhatian utama. (Detik.com)

Bupati sudah memperingatkan, tentunya pengelola tidak boleh membiarkan hal ini terulang kembali. Sebaiknya pengelola kembali melakukan pengecekkan massal pada setiap armadanya, kemudian melakukan pendataan Driver dan menguji pengalaman dan skill mengemudinya, lalu pengelola wajib memberi jaminan keselamatan pada setiap wisatawan yang telah membayar retribusi. Pengarahan, peralatan keamanan dan pembekalan sebelum perjalanan wajib dilakukan kepada wisatawan.

Wisata alam yang ekstrem memang menjadikan pengalaman tersendiri bagi wisatawan, namun apakah Anda yakin dengan pelayanan yang diberikan. Tentunya semuanya kembali kepada para wisatawan. Dan juga tidak semua pengelola yang ada disana lalai dan tidak memperdulikan keselamatan . (Inasa Abiyani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tags

About (1) berita travel (30) Culture (3) kolom opini (22) OPINI (25) Rekomendasi (2) Tips (1) Travel (32)

Popular