Translate

Cari Informasimu di Mainkejogja.com

TOTAL VIEWERS

Sujiman, Pengrajin Topeng Menembus Pasar Mancanegara





GUNUNG KIDUL  (MainkeJogja.com) - Tantangan Masyarakat Ekonomi Asean atau M-E-A harus mampu dijawab dengan upaya nyata, termasuk kesiapan industri kerajinan tangan asli Indonesia untuk bersaing di pasar internasional. Berlakunya MEA menjadi tantangan bagi industri kerajinan di Indonesia. Pergerakan arus perdagangan yang secara bebas  di antara negara-negara Asean memang menjadi ketakutan dan kekhawatiran di sejumlah kalangan industry. Sujiman, laki-laki paruh baya  yang memulai usaha kerajinan topeng kayu sejak tahun  1973 dan menularkan keahliannya pada seluruh warga desa Putat.



 Kini di desa yang berada di kecamatan Pathuk, Gunung Kidul, Yogyakarta, sudah memiliki lebih dari 400 pengrajin. Sebelumnya, Sujiman hanya membuat topeng klasik untuk keperluan seni tari topeng. Namun, kini ia mulai lebih banyak memproduksi topeng kayu batik untuk keperluan hiasan. Tak heran jika omset penjualan topeng kayu mencapai 30 juta perbulan. tidak mengenal bangku sekolah/ membuat Sujiman terus belajar dan mengembangkan desa Bobung menjadi desa wisata kerajinan topeng.

Saya tidak sekolah, seperti apa orang sekolah itu saya tidak ngerti  hanya otodidak. saya merasa senang karena di dusun saya ini semua bisa berkarya.  Saya sedikit banyak membantu wilayahnya ya. Ujar Sujiman

            Kesabaran dan kerja keras Sajiman berhasil menggerakkan dan mengatasi pengangguran di desanya. Perekonomian wargapun meningkat di Desa Bobung yang kini dikenal sebagai desa perajin topeng batik. Tentu saja hal ini menciptakan lapangan pekerjaan dan  menguntungkan bagi warga sekitar sebagai sumber rejeki. Hingga kini, pekerja Sujimin mencapai puluhan orang. Mendapat sebutan desa wisata, Keberadaan kerajinan kayu menjadi daya tarik di desa Bobung. 

Wisatawan juga dapat menyaksikan langsung proses pembuatan topeng - topeng kayu di bengkel kerja para pengerajin. Lokasi tersebut juga dilengkapi dengan  ruang pameran dimana wisatawan yang berkunjung  dapat melihat produk -produk hasil kerajinan tangan para pengerajin. Proses kegiatan mulai dari menghaluskan ukiran topeng kayu, mengamplas, membatik, dan merendam topeng yang telah selesai dibatik kedalam pewarna. meskipun proses produksi masih dilakukan secara tradisional dan manual. Namun berkat kerjakeras Sujiman dan para pekerjanya, pemasaran topeng kayu mampu menembus pasar mancanegara. (Dita Tamara)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tags

About (1) berita travel (30) Culture (3) kolom opini (22) OPINI (25) Rekomendasi (2) Tips (1) Travel (32)

Popular