Translate

Cari Informasimu di Mainkejogja.com

TOTAL VIEWERS

Keamanan, Kenyaman atau Keindahan?

Photo by travelingyuk.com


(Mainkejogja.com) - Taman Wisata Alam (TWA) Kawah ijen merupakan kawasan hutan yang pada tahun 1920 ditunjuk sebagai Cagar Alam. Kemudian pada tahun 1981 sebagian dari kawasan Cagar Alam Kawah Ijen seluas 92 ha ditetapkan menjadi Taman Wisata Alam Kawah Ijen, sedangkan sisanya seluas 2.468 ha tetap sebagai cagar alam. TWA Kawah Ijen memiliki berbagai potensi obyek daya tarik wisata, flora dan fauna.

Photo by Sea Soldier Banyuwangi

November tahun lalu beredar kabar mengenai pembangunan fisik di Taman Wisata Alam Kawah Ijen. Namun pembangunan fisik tersebut mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Sejumlah unsur masyarakat, komunitas pecinta lingkungan, wisatawan dan fotografer menyayangkan pembangunan di Puncak Ijen. Pasalnya pembangunan tersebut dilakukan di sekitar puncak kawah ijen. Pembangunan itu dibenarkan oleh Kepala BKSDA Jawa Timur, bahwa proyek pembangunan itu untuk memberikan kenyamanan kepada wisatawan yang datang, serta membuat Taman Wisata Alam Ijen semakin layak dikunjungi. Namun Bupati Banyuwangi menyatakan, Pemkab Banyuwangi belum pernah mendapatkan pemaparan dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur tentang pembangunan infrastruktur publik di puncak Ijen.
Pembangunan yang dilakukan meliputi fasilitas seperti pagar, pendopo tempat istirahat, mushala dan toilet. Mengenai mushala dan toilet termasuk fasilitas yang dibutuhkan setiap destinasi wisata. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan menjelaskan bahwa pembangunan fasilitas ini ditujukan untuk keamanan para wisatawan dan fasilitas toilet dan mushala merupakan permintaan dari wisatawan. Pembangunan fasilitas ini diyakini dapat menarik dan meningkatkan jumlah wisatawan. Namun, upaya untuk menarik wisatawan dalam jumlah banyak ke suatu obyek wisata alam juga diyakini akan membawa dampak buruk bagi lingkungan. Tidak hanya menimbulkan sampah dari wisatawan yang datang, tapi juga terganggunya ekosistem serta satwa dan flora yang ada di sekitarnya.
Kedepannya diharapkan pemerintah dapat lebih menimbang-nimbang segala bentuk kemungkinan yang dapat terjadi sebelum melakukan pembangunan fasilitas. Memang benar memperbaiki fasilitas penunjang dapat memberikan kenyaman bagi wisatawan, namun sebaiknya juga mempertimbangkan nilai jual utama sebuah obyek wisata. Di TWA Kawah Ijen sendiri yang diminati wisatawan kebanyakan adalah keindahannya, namun jika pembangunan yang dilakukan dapat mengganggu keindahan, apakah wisatawan dapat tetap menikmati keindahan Puncak Ijen? (Meta Oetari)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tags

About (1) berita travel (30) Culture (3) kolom opini (22) OPINI (25) Rekomendasi (2) Tips (1) Travel (32)

Popular