Translate

Cari Informasimu di Mainkejogja.com

TOTAL VIEWERS

2018, Fenomena Trend Liburan Keluar Negeri

foto by Google


(Mainkejogja.com) Tahun 2016 jumlah warga negara Indonesia yang ke luar negeri mencapai 8.4 juta orang dan melonjak di tahun 2017 mencapai 9.1 juta orang. Hal ini diakumulasikan dengan meningkatnya jumlah permohonan paspor (Kompas.com). Ditjen Imigrasi mencatatan kelonjakan ini terus meningkat setiap bulannya di tahun 2018. Mengapa hal ini terus terjadi dan apa efek kelanjutan dari adanya fenomena ini?.

Indonesia memang masih tergolong negara yang konsumtif, dimana masyarakat lebih suka membeli terutama pada sesuatu hal yang ber “branding” luar negeri. Perilaku ini tentunya menjadi salah satu faktor masyarakat Indonesia lebih memilih menghabiskan waktu liburannya ke luar negeri. Kemudian faktor lainnya yaitu tingginya sifat gengsi yang melulu mem-wahkan ketika kita sedang berada di luar negeri. Selain itu masyarakat juga tergiur dengan adanya promo perjalanan murah, mulai dari paket tour wisata, hotel, dan transportasi. 

Paket-paket promo murah tersebut mendorong masyarakat untuk lebih memilih destinasi wisata yang ditawarkan pihak pengelola bisnis perjalanan. Biasanya masyarakat Indonesia rata-rata sudah menjadikan hal yang biasa ketika berkunjung ke negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Thailand dan negara Asia Tenggara Lainnya. Padahal disana hanya sekedar berbelanja, dan mengunjungi landmark- ldanmark terkenal saja. Tentu dengan adanya Tren tersebut membuat masyarakat lainnya mengikuti dan tidak memperdulikan efeknya untuk negeri kita Indonesia.

Kemudian apa efeknya untuk Indonesia?. Tentunya melakukan perjalanan keluar negeri membutuhkan pertukaran uang, sesuai mata uang negara yang dituju. Hal tersebut tentunya lambat laun akan membuat kurs mata Uang negara sendiri tidak laku alias Kurs per dollarnya akan naik. Tanpa disadari kurs yang terus naik tersebut, juga pastinya akan mempengaruhi perekonomian Indonesia disegala bidang. Padahal itu hanya dari sektor jalan-jalan keluar negeri. Belum dari sektor lain-lain.

Hal ini jangan kemudian dijadikan trend. Sebenarnya wisata di Indonesia sendiri lebih Indah dibanding negara-negara tetangga. Eksplorasi wisata dalam negeri akan meningkatkan daya jual, atau branding wisata Indonesia Itu sendiri. Namun mirisnya memang promo paket perjalanan yang sesuai kantong justru perjalanan ke luar negeri. Dan diketahui tiket transportasi udara menuju negara tetangga justru sangat murah ketimbang tiket antar pulau di Indonesia. Untuk itu trend ini harusnya jangan berlarut-larut demi keberlangsungan dan kestabilan pereknomian Indonesia. (Inasa Abiyani)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tags

About (1) berita travel (30) Culture (3) kolom opini (22) OPINI (25) Rekomendasi (2) Tips (1) Travel (32)

Popular