Translate

Cari Informasimu di Mainkejogja.com

TOTAL VIEWERS

Batas Larangan yang Dilanggar



Sebagaimana diketahui, jumlah pejalan kaki di Indonesia masih tergolong sedikit, bahkan termasuk sebagai salah satu aktivitas yang sering dihindari. Banyak alasan yang membuat orang lebih memilih naik kendaraan walau hanya untuk pergi ke tujuan yang berjarak 300 meter. Padahal, sejak awal, segala fasilitas jalan telah disediakan oleh pemerintah untuk mempermudah mobilitas. Jika kita lihat bahwa di Malioboro telah dibangun pendestrian yang tujuannya tidak hanya mempercantik kota saja, namun memberikan ruang yang aman untuk para pejalan kaki yang datang menikmati indahnya kota Yogyakarta.
Selain kemudahan untuk para pejalan kaki, pemerintah juga menanggulangi kemacetan di jalan Malioboro dengan cara memberikan larangan untuk para pengendara yang lewat agar tidak berhenti didepan trotoar sepanjang jalan. Dengan adanya larangan tersebut, harapan pemerintah jalan malioboro tetap nyaman untuk di lewati dan di nikmati. 
Namun, sayangnya larangan tersebut tidak dipatuhi oleh masyarakat terutama para pengendara, karena masih banyak kendaraan terutama mobil yang berhenti di depan trotoar untuk menurunkan penumpang atau untuk menunggu penumpang yang akan masuk ke mobil atau motor. Menurut saya, mereka beranggapan bahwa dengan berhenti disitu adalah salah satu cara yang efektif untuk menjemput atau mengantar penumpangnya, karena tidak harus parkir, disatu sisi parkir mall sedangkan hanya mall malioboro yang menyediakan lahan parkir dan kadang sudah penuh, dan disisi lain untuk mencari parkir di tempat lain memerlukan waktu yang lama. 
Menurut saya, seharusnya jika sudah ada larangan demikian. Pemerintah perlu melakukan pengawasan dan harus bertindak tegas untuk para pengendara yang masih berhenti di depan trotoar, contohnya dengan memberikan batas waktu 10 menit untuk para pengendara menjemput atau mengantar penumpangnya. 
Jika masalah ini dibiarkan, maka jalan malioboro akan kembali padat, karena setiap harinya saja wisatawan yang datang selalu bertambah, sedangkan kapasitas jalan yang dimiliki oleh malioboro itu sendiri tidak memadahi atau tidak sesuai dengan kendaraan yang datang silih berganti. Menurut saya, kita sebagai masyarakat sebaiknya mematuhi aturan yang berlaku demi keselamatan dan kenyamanan kita semua, dan pemerintah perlu untuk bertindak lebih awas serta tegas dalam menangani kasus ini. (Elfan Abner)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tags

About (1) berita travel (30) Culture (3) kolom opini (22) OPINI (25) Rekomendasi (2) Tips (1) Travel (32)

Popular