Minggu, 06 Mei 2018

Minimnya Objek Wisata Ramah Disabilitas



DIY - Perhatian terhadap penyandang disabilitas pada bidang wisata masih sangat minim. Kaum disabilitas masih merasa kesulitan menikmati destinasi wisata lantaran belum didukung fasilitas memadai. Walaupun memang sudah ada beberapa wisata yang memfasilitasi disabilitas, misalkan di Malioboro , Gembira Loka Zoo, Taman Pintar.  Sebenarnya aturan tentang pemberian aksesibiltas kepada disabilitas sudah diatur dalam Undang-Undang, Peraturan Pemerintah. Tetapi aturan tersebut masih kurang direalisasikan, padahal aksesibilitas untuk disabilitas ini sangat dibutuhkan agar mereka tetap bisa menjalankan aktivitasnya dengan nyaman.  Selain itu aksesibilitas penting untuk mewujudkan kesamaan, kesetaraan , kedudukan , hak dan kewajiban serta peningkatan peran penyandang disabilitas.
Setiap disabilitas memiliki kebutuhannya masing-masing, misalnya tuna daksa yang memakai kursi roda tentu membutuhkan jalur conblock, lalu tuna netra membutuhkan informasi yang menggunakan huruf braile, dan lain sebagainya. Pariwisata yang ramah disabilitas harus benar-benar diperhatikan. Pemerintah tentu harus terus berupaya meningkatkan kualitas pariwisata daerahnya. Dengan demikian, diharapan dalam peningkatan pariwisata dapat melibatkan disabilitas, dengan tujuan agar mereka dapat menyampaikan aspirasinya tentang hal yang dibutuhkan saat mereka mengunjungi wisata di Yogyakarta. Kemudian dalam pembangunannya juga harus sesuai dengan persyaratan teknis fasilitas dan aksesibilitas. Apabila semua elemen bersinergi dengan baik, maka pariwisata di Yogyakarta akan menjadi lebih baik dan ramah disabilitas. Elok Kharismatul Ula

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me

@Way2themes

Follow Me