Translate

Cari Informasimu di Mainkejogja.com

TOTAL VIEWERS

Besok mau makan apa?


Alih fungsi lahan yang memicu menyusutnya lahan pertanian dikhawatirkan mengancam ketahanan pangan.

Luas lahan pertanian di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, berkurang lebih dari 100 hektar per tahun. Walaupun belum berdampak terhadap penyediaan kebutuhan pangan, kondisi ini dipastikan menyebabkan produksi beras setiap tahun berkurang. Saat ini rata-rata produktivitas tanaman padi di Kabupaten Sleman mencapai 6,2 ton gabah kering giling (GKG) per hektar. Dengan penyusutan lahan pertanian lebih dari 100 hektar per tahun, setiap tahun penurunan produksi gabah mencapai 6.200 ton GKG. Jika dibiarkan terus-menerus, nantinya akan mengalami titik dimana ketersediaan pangan semakin menipis.

Salah satu faktor penyebab berkurangnya lahan pertanian di DIY adalah tingginya pertumbuhan penduduk di provinsi ini. Lahan pertanian yang diubah menjadi pemukiman maupun bangunan lain menyebabkan produksi pertanian juga ikut menurun. Berkurangnya luas lahan pertanian juga diakibatkan banyaknya alih fungsi lahan dari sebelumnya lahan pertanian menjadi kawasan apartemen, hotel, mall, dan rumah toko.

Selain menyebabkan menurunnya ketersediaan pangan, beralihnya fungsi lahan juga menyebabkan berkurangnya pendapatan petani di DIY. Pertumbuhan penduduk dan alih fungsi lahan juga menyebabkan beralihnya fungsi lahan resapan dan dapat menempatkan DIY terancam krisis air.
Hal ini sedikit banyak dipengaruhi oleh belum tegasnya regulasi pengaturan penggunaan lahan di daerah. Secara nasional maupun tingkat provinsi sudah ada peraturan khusus untuk pengendalian alih fungsi lahan. Di antaranya Perda nomor 10/2011 tentang perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan maupun Rencana Tata Ruang Wilayah. Sesuai peraturan daerah tersebut, pengalihan fungsi lahan hanya diperbolehkan untuk kepentingan umum semisal pembangunan bandara, jalan umum, dan lainnya.

Mengatasi masalah ini, dapat dilakukan pengawasan agar kemungkinan terburuk pada sektor pertanian DIY tidak terjadi, perlu dilakukan upaya-upaya untuk melindungi dan mempertahankan lahan pertanian sehingga petani dapat bercocoktanam secara aman dan berkelanjutan.
Beberapa kebijakan yang bisa dilakukan adalah penetapan kawasan pertanian, pengaturan peralihan hak atas lahan, dan alihfungsi lahan secara ketat, pengendalian lahan pertanian secara partisipatif, serta pemberlakukan sistem intensif dan disinsentif terhadap pelaku pembangunan yang menggunakan lahan pertanian. Kalau tidak segera ditangani besok mau makan beras darimana?

(META OETARI)

Foto : Sumber : http://www.baliekbis.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tags

About (1) berita travel (30) Culture (3) kolom opini (22) OPINI (25) Rekomendasi (2) Tips (1) Travel (32)

Popular