Minggu, 22 April 2018

Hari Kartini, Edukasi Berkebaya di Museum Sonobudoyo

JOGJA (Mainkejogja.com) - Bertepatan dengan Hari Kartini,  Museum Sonobudoyo mengadakan sebuah acara edukasi berkebaya. Acara ini dihadiri oleh Chattra Kebaya dan ada pula duta museum tahun 2015, 2016 dan 2017. Kebaya yang zaman dahulu menjadi pakaian sehari-hari, sekarang hanya digunakan saat acara-acara tertentu. Misalnya, saat menghadiri acara pernikahan, acara wisuda, atau acara upacata adat.
              
 “Kebaya tentu mempunyai pakem penggunaannya ,namun sekarang bisa dimodifikasikan sesuai dengan perkembangan zaman.” Begitulah menurut anggota paguyuban Chattra Kebaya, Nusieta Ayu Primadian . Tidak hanya itu untuk model, aksesoris ataupun motif dalam kebaya juga mempunyai filosofi masing-masing. Seperti halnya kebaya Jawa dan Kebaya Bali, tentu mempunyai makna berbeda. Kebaya Jawa salah satunya mempunyai khas dengan bagian leher berbentuk V. Sedangkan, menurut duta museum tahun 2016 ,Putu Anggita Wijayanti orang Bali biasanya mengenakan kebaya berwarna putih untuk beribadah, sebab warna putih dianggap suci dan bersih. Ia juga menambahkan tatanan rambut untuk wanita yang sudah menikah yaitu menyanggul rambutnya dengan tidak menyisakan sehelai rambut. Berbeda dengan wanita yang belum menikah, ia akan menyanggul rambutnya dengan menyisakan beberapa helai rambutnya.
                       
 “ Mencintai kebaya itu dari diri sendiri dulu” begitulah ucap anggota paguyuban Chattra Kebaya, Nusieta Ayu Primadian. Pelestarian kebaya memang membutuhkan peran dari semua elemen masyarakat, mulai dari yang muda sampai yang tua, baik dari desa ataupun kota. Dengan begitu, kebaya akan terus eksis meskipun zaman terus berkembang.

Penulis  : Elok Karisma

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Follow me

@Way2themes

Follow Me